ADITCJ

Copas-an Dari Forum-Forum

Lahir Tanpa Tangan dan Kaki Jadi Atlet Golf, Surf dan Renang !!!

nickIni kisah mengharukan dari seorang yang terlahir cacat namun tak berhenti berjuang untuk menggapai prestasi. Seorang cacat yang tidak menghabiskan waktunya hanya untuk menyesali nasib, namun bangkit dan membuat dirinya berdaya dan bermanfaat. Adalah Nick Vujicic terlahir cacat, dia tidak memiliki kaki dan tangan. Tapi dia tidak membiarkan kecacatannya itu hanya menjadi celaan bagi orang lain.

Sejak kecil Nick berjuang untuk menjadi orang yang bermanfaat. Kini usianya 26 tahun, dengan kekuarangan yang ada padanya, dia mampu football, golf, berselancar juga berenang.Dia memiliki satu kaki sangat kecil (lihat gambar, nyaris seperti ‘hiasan’ namun Nick berhasil mendayagunakannya hingga bisa menolongnya mengimbangi badan, dan bisa membantu untuk menyepak dalam olah raga. Satu kaki mungil itu dipakainya untuk mengetik, menulis, dll.
“Saya menganggapnya seperti buntut ayam,” ujarnya berseloroh tentang kaki mungilnya itu. Nick dilahirkan di Melbourne Australia, tetapi sekarang tinggal di Los Angeles. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa itu (kaki kecilnya-red). “Kalau saya nyemplung di air, saya akan terapung karena 80 persen badan saya adalah paru-paru dan kaki kecil itu sebagai ‘baling-balingnya’,” ujarnya.

Nick adalah seorang Kristen fanatik. Dia memutuskan tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. Dia juga menjaga agar pacarnya tetap perawan sampai mereka menikah kelak. Di masa lalu dia sempat menjalin hubungan jangka panjang dengan seorang gadis dan ia tetap menjaga pacarnya tetap virgin.

“Dia (Nick) sangat sopan dan uniknya dia mendapat banyak lamaran dari kaum wanita yang tertarik ingin menikah dengannya,” ungkap teman Nick.

Ia ingin menikah dan membangun sebuah keluarga, namun ia menunggu datangnya gadis yang tepat. Ada cerita menyedihkan terkait kelahiran Nick. Ketika Nick lahir dan melihat wujud anaknya, sang ayah begitu shock sampai jatuh sakit, Sementara ibunya tak berani menyentuhnya sampai dia berumur empat bulan. Sementara pihak rumah sakit ataupun dokter tidak memberi penjelasan pada mereka (orantua) kenapa hal ini (cacat) terjadi.

Selama bertahun-tahun orangtuanya bertanya-tanya, kenapa Nick bisa terlahir cacat. Padahal selama kehamilan, ibunya yang juga seorang jururawat, telah merawat kehamilannya secara benar. Tidak ada tanda-tanda aneh, atau pelanggaran yang dilakukannya. Karenanya selama bertahun-tahun mereka tidak pernah bisa mengerti kenapa musibah kejam ini menimpa keluarga mereka.

‘Ibu saya adalah seorang jururawat dan dia melakukan segalanya tepat selama kehamilan. Sampai kini ia masih menyalahkan sendiri,’ katanya.

“Pukulan ini terlalu keras untuk mereka (orangtua-red) tapi mereka berusaha melakukan yang terbaik buat saya. Sejak dini mereka mengajarkan saya agar bisa hidup mandiri. Sejak usia 18 bulan, ayah saya menaruh saya di air dan mulai mengajarkan saya cara berenang,” ungkap Nick yang baru masuk sekolah pada usia 10 tahun. Orangtuanya memutuskan Nick tidak bersekolah di sekolah khusus anak cacat, sebaliknya memasukkannya di sekolah umum di mana para muridbertubuh normal. Bagi sebagian orang, didikan orangtuanya ini sungguh keras, dan seolah tidak memperhatikan psikologis si anak. Karena sudah pasti si anak akan mendapat tantangan berat bergaul di antara orang-orang normal.

Tapi bisa jadi ini merupakan keputusan yang tepat. Orangtuanya punya pandangan sendiri. Mereka tidak ingin ‘memanjakan’ Nick dan terlalu memproteknya karena Nick akan terus bertumbuh, dan tidak mungkin orangtua terus melindunginya. Karena itu diputuskan untuk mulai mengajarkan kekerasan hidup pada Nick sejak awal agar dia tidak kaget kelak.

Ternyata, Nick berhasil melalui segala tantangan. Dia berhasil mencatat prestasi.Nick pun memahami langkah kedua orangtuanya. Dia memaklumi betapa berat semua ini bagi orangtuanya. Dia juga menyadari betapa keduanya berusaha melakukan hal terbaik mempersiapkan dirinya menghadapi kerasnya hidup. Ayahnya mengajarkan football juga skateboar. Nick sangat suka pada Liga Utama Inggris. Ayahnya seorang programen komputer juga akuntan, dia mengajarkan anak laki-lakinya bagaimana caranya mengetik dengan jari kakinya saat ia berumur 6 tahun.

Ibunya membuat sebuah alat khusus terbuat dari plastik yang membantu Nick untuk menulis dengan pensil atau pulpen (lihat gambar). “Apa yang diperbuat orangtua saya terhadap hidup saya adalah keputusan terbaik yang telahmereka lakukan untuk saya,” ungkap Nick yang tak lama lagi akan meraih gelar sarjananya di bidang Perencanaan Keuangan dan Properti.

“Apa yang saya alami memang sangat sukar tapi mereka memberi saya kebebasan,” tambahnya.

Nick bercerita dulu saat berusia 8 tahun, ia begitu sedih dengan apa yang terjadi pada dirinya. Dia merasa sangat berbeda dengan manusia lain, apalagi kemudian seperti umumnya, banyak orang mengejeknya. Nick pun menjadi sangat pemurung dan pendiam. Dia menangis dan datang pada ibunya serta mengatakan ingin mengakhiri hidupnya. Dan orangtuanya lah yang dengan sabar dan tekun memberinya keyakinan. Mereka mengajarkan banyak hal padanya agar mampu bertahan.

Untuk aktivitas sehari hari Nick dibuatkan kursi elektronik yang bisa membantunya beraktivitas. Dulu, orangtua juga memperkerjakan sejumlah perawat yang siap membantunya beraktivitas.

Kisah hidup Nick dan perjuangannya ini telah dipublikasi berbagai media dari cetak sampai elektronik dan menjadi inspirasi banyak orang. Kini Nick aktif menjadi pembicara dalam berbagai seminar tentang motivasi. Dia telah mengunjungi 24 negara yang mengundangnya untuk berbicara tentang motivasi hidup. Luar biasa!

3 July 2009 - Posted by | Spiritual

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: