ADITCJ

Copas-an Dari Forum-Forum

Korelasi Sarapan Pagi Dengan Kecerdasan Anak

ORANGTUA yang menganggap sarapan tidak penting bagi anak-anak, baiknya cepat-cepat mengubah paradigma tersebut. Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat, para ahli menemukan sarapan teratur dengan menu bergizi ternyata bisa membuat anak-anak tumbuh lebih cerdas.

Di usia sekolah, anak-anak yang terbiasa sarapan pagi lebih mudah konsentrasi dan menyerap pelajaran. Daya ingat mereka terpelihara baik, terlatih disiplin, dan lebih peka terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Berdasar penelitian tersebut, para pakar gizi sepakat tujuan sarapan pagi bukan sekadar mengganjal perut dengan makanan. Tapi memiliki korelasi signifikan terutama terhadap tumbuh kembang otak si kecil.

Sekurangnya ada tiga poin penting untuk mendapatkan manfaat optimal sarapan. Poin pertama yaitu menu yang mengandung zat gizi seimbang berupa karbohidrat kompleks, protein yang mengandung asam amino lengkap, vitamin, dan mineral. Tentu dengan takaran cukup sesuai usia anak-anak.
Ketika sarapan diajurkan mengonsumsi nasi, roti, jagung, kentang, dan pasta. Sebab jenis-jenis makanan tersebut tak cuma mengandung karbohidrat, tapi juga serat dan vitamin. Kombinasikan makanan utama itu dengan lauk pauk sumber protein dan aneka sayuran bervitamin.

Menu sarapan dengan gizi berimbang yang kita konsumsi kemudian diproses di sistem pencernaan. Sari makanan tersebut lalu diserap tubuh melalui darah. Rangkaian proses ini membuat kadar gula darah (glukosa) dan mikro nutrient dalam tubuh meningkat secara perlahan. Keduanya merupakan sumber energi metabolisme sistem kerja otak.

Ada masanya anak-anak malas sarapan. Pada kebanyakan kasus ditemui masalah utama terletak pada orangtua yang tidak menyiapkan variasi menu. Penyajian menu monoton berhari-hari sering membuat anak-anak cepat merasa bosan.

Penting juga dalam sarapan yaitu terciptanya suasana nyaman dan waktu yang cukup. Momentum ini bisa dimanfaatkan buat bercengkrama antara anak-anak dan anggota keluarga lain. Lagipula tergesa-gesa mengunyah dan menelan makanan bisa membuat tersedak. Kerugian lain yaitu terganggunya sistem pencernaan.

Buat mengatasi kendala tersebut, aturlah jadwal sarapan lebih awal dari biasanya. Sesekali bolehlah fleksibel menerapkan aturan supaya anak-anak boleh menghabiskan sarapan mereka di mobil atau di lingkungan sekolah sambil menunggu bel masuk sekolah terdengar.

Ajak Si Kecil Mengatur Menu

BOSAN terhadap sajian menu sarapan yang itu-itu saja, sering menjadi alasan bagi anak buat menolak sarapan. Padahal melewatkan sarapan sama artinya mengabaikan kebutuhan nutrisi tubuh dan otak di pagi hari.

Satu cara yang dianjurkan yaitu mengajak si kecil mengatur variasi menu sarapan yang mereka suka. Misalnya menu nasi, daging ayam, dan sayur disajikan tiap Senin, Rabu, dan Jumat.

Daging ayam bisa divariasikan dengan cara digoreng, diopor, menyajikan chicken nugget, chicken wing, atau sup ayam. Ragam sayur bisa disajikan seperti sayur bayam, capcay, tumis wortel, jagung, kembang kol, sup kimlo, dan buncis.

Sedangkan pada hari Selasa dan Kamis kita bisa buatkan menu sarapan berupa mi goreng, sayuran, dan telur dadar. Atau spagetti, kentang, dan daging cincang. Bisa juga semangkuk sereal, segelas susu, setangkup roti isi selai, sandwich, dan aneka jenis makanan bergizi lain.

Jangan Tergesa-gesa
1. Sarapan sebaiknya tak lebih sepertiga porsi makanan sehari.
2. Tergesa-gesa menelan menu sarapan bisa mengakibatkan tersedak dan membuat sistem pencernaan terganggu.
3. Melewatkan sarapan berarti mengabaikan kebutuhan nutrisi bagi tubuh dan otak di pagi hari.
4. Sarapan teratur bisa mencegah obesitas sekaligus menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
5. Menu sarapan baiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein yang mengandung asam amino lengkap, vitamin, dan mineral.
6. Sarapan bisa menjadi ajang pertemuan antaranggota keluarga.

14 October 2009 - Posted by | Kesehatan

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: