ADITCJ

Copas-an Dari Forum-Forum

Kadar Gula Rendah Jangan Mengendarai Kendaraan

Virginia, Kadar gula darah yang terlalu rendah (hipoglikemia) tidak bagus untuk kesehatan. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan serangan gula darah yang rendah dapat mempengaruhi kemampuan menyetir penderita diabetes, sehingga membuatnya tidak aman untuk menyetir.

“Dari 452 pengemudi dewasa yang menderita diabetes, sebanyak 52 persennya melaporkan pernah mengalami kecelakaan ketika gula darahnya rendah,” ujar Dr Daniel J. Cox dari University of Virginia Health Sciences Center, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (27/12/2009).
Cox mengungkapkan bagi penderita diabetes yang mengemudi dengan kadar gula darah rendah, sebaiknya segera menghentikan mobilnya dan mengonsumsi makanan yang cepat menaikkan kadar gula darahnya. Setelah itu tunggu hingga kadar gula darahnya naik sebelum mulai menyetir kembali.

Kecelakaan yang terjadi akibat mengemudi dalam keadaan kadar gula darah rendah memang bukan menjadi penyebab kecelakaan yang paling utama. Tapi dalam setahun sekitar 2,4 persen dari semua jumlah kecelakaan berkaitan dengan serangan gula darah rendah pada pengemudi.

Didapatkan sekitar 78 persen kadar gula darah dari pengemudi yang mengalami kecelakaan ini kurang dari 90 mg/dl darah. Bahkan ada diantaranya yang kurang dari 70 mg/dl darah.

Oleh karena itu Cox dan tim menyarankan bagi para pengemudi yang memiliki penyakit diabetes agar mengukur kadar gula darahnya 30 menit sebelum menyetir. Penderita diabetes tersebut diperbolehkan untuk menyetir jika memiliki kadar gula darah lebih dari 90 mg/dl darah.

Jika kadar gula darah seseorang terlalu rendah, bisa menyebabkan berbagai sistem organ dalam tubuh mengalami penurunan fungsi. Salah satunya adalah fungsi dari otak. Otak termasuk organ yang sangat sensitif atau peka terhadap penurunan kadar gula darah dalam tubuh.

Kadar gula darah yang rendah dalam tubuh bisa memicu otak untuk melepaskan epinefrin yang ditandai dengan perasaan cemas, berkeringat, gemetar, jantung berdebar dan gelisah.

Jika kondisinya semakin berat bisa membuat asupan glukosa ke otak berkurang yang menyebabkan pusing, tidak mampu berkonsentrasi, gangguan penglihatan dan kejang. Serangan ini bisa terjadi secara perlahan atau tiba-tiba.

28 December 2009 - Posted by | Kesehatan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: