ADITCJ

Copas-an Dari Forum-Forum

Daisy, Ibu Manohara Punya Kelainan Sex, dan Suka Masturbasi

Kasus KDRT model dan pesinetron Manohara Odellia Pinot belum selesai, kini giliran ibunya Daisy Fajarina yang bermasalah. Mantan pembantunya yang diumbar Daisy sebagai anak angkatnya Shaliha Lanti melaporkan Daisy atas kekerasan dan pelecehan seksual yang diterimanya pada tahun 2007 semasa di Perancis.

Leha, begitu sapaan Shaliha mengaku pernah mendapati pelecehan seksual dari suami Daisy yang berkewarganegaraan Perancis, Reiner Pinot bahkan hampir memerkosanya. Hal itu dilakukan sepengetahuan Daisy, awalnya ia biasa saja, namun tak lama ia langsung memaki Leha sembari menyuruh Leha dan suaminya mengulang adegan tersebut.

“Pinot belum memerkosa hanya meraba dan menciumi saya. Tapi Daisy suruh saya mereka ulang pada malam itu (27 Maret 2007) juga. Saya disuruh menelanjangi diri saya dan Pinot menelanjangi dirinya sendiri. Saat itu Leha disuruh minum air seni kalau mau dimaafkan Daisy,” paparnya saat memberi keterangan wartawan ditemui di Sari Kuring, SCBD,Jakarta, Kamis (23/7).

Daisy dan Manohara

Di saat bersamaan, Daisy justru masturbasi dengan memasukkan jari ke kemaluannya kemudin jari itu dimasukkan ke mulut Leha. “Memang nggak perlu diceritakan, karena Daisy sepertinya punya gangguan psikologis. Dia masturbasi sendiri lalu dimasukkan ke mulut Leha,” sambung Ratna Sarumpaet selaku aktivis perempuan yang membela Leha.

Setelah puas mempermainkan Leha, Daisy mulai melakukan penganiayaan pada Leha. “Saya dipukuli Daisy, ditendang perutnya, dipukul pakai gantungan baju, dipotong rambutnya sampai sejengkal karena melihat perlakuan suaminya pada saya,” sambungnya.

Berdasarkan perlakuannya yang tak manusiawi, tadi siang Leha melaporkan Daisy ke Mabes polri atas tuduhan penganiayaan dan pelecehan seksual. Pada tahun 2008 Daisy memang pernah divonis hukuman 18 bulan dari Pengadilan Negeri Grasse, Perancis dengan tuduhan melalaikan kewajiban membayar gaji pada Leha, sementara Reiner dihukum 4 bulan karena pelecehan seksual.

“Waktu itu kami sudah mencari-cari tapi dia kabur dari Perancis. Akhirnya saya lihat juga di teve dan yakin itu Daisy, Astaghfirullah dia masih hidup. Jadi yang di Indonesia ini laporan baru, beda dengan yang di Perancis. Selain itu Daisy juga dilaporkan atas tuduhan penggelapan karena belum membayar rumah sewa di Perancis,” beber Leha.

Shaliha kemudian ditolong anak pemilik rumah yang berada satu gedung namun berbeda lantai. Dibantu mereka, Shaliha pun melaporkan peristiwa tersebut ke petugas kepolisian setempat sekaligus melakukan visum. “Kami akan gunakan itu semua untuk menyeret Daisy ke pengadilan Perancis,” kata Fredrik J Pinakunary, salah seorang pengacara. Ratna Sarumpaet mengatakan, kehadiran Shaliha di indonesia memang banyak bantuan dari beberapa pihak. Bahkan, dia mengakui pihak kerajaan Kelantan ikut terlibat. “Siapun boleh membantu, dari manapun itu selama kepentingan itu tidak melanggar hak,” katanya. Wartawan berusaha mengkonfirmasi Daisy tadi malam. Sayang, ponselnya tidak bisa dihubungi. Salah satu nomor pribadi wanita Bugis itu tidak aktif. Satu nomor lainnya sebenarnya aktif. Namun, dia tidak mengangkatnya kendati sudah dikirimi SMS beberapa kali. Beberapa kejadian yang disampaikan Shalia memang pernah diakui oleh Daisy.
Mengenai percobaan pemerkosaan Shaliha, misalnya. Dalam sebuah kesempatan wawancara bersama wartawan beberapa waktu lalu, Daisy pernah memergoki Pinot mencoba memperkosa Shaliha. “Betapa terkejutnya saya ketika melihat suami saya dalam proses hendak melakukan perzinahan dengan Shaliha,” katanya kala itu.

Karena itulah Daisy lantas memutuskan bercerai dengan lelaki kelahiran Jerman itu. Sebab, dua anak Daisy, Manohara Odelia Pinot dan Dewi Sari Asih, sedang beranjak remaja. Dia khawatir dua buah pernikahan Daisy sebelumnya itu ikut menjadi korban. “Saya langsung bawa anak-anak kembali ke Indonesia,” katanya.

Daisy juga mengakui bahwa dia dan Pinot pernah dilaporkan ke pengadilan Perancis oleh Shaliha dengan tuduhan memperlakukan orang lain seperti budak. Daisy saat itu mengaku terkejut dengan upaya hukum Shaliha itu. Sebab, selama ini dia memperlakukan Shaliha seperti bagian dari keluarga. Shaliha juga tidur dalam satu bed bersama anak-anaknya. “Saya tidak pernah membedakan. Dia tidur dalam satu kasur dan makan dari satu piring yang sama dengan kami. Bahkan, sering kalau kita ada liburan ke mana gitu, kami ajak dia untuk ikut,” katanya.
Dia juga mengakui bahwa Shaliha tiba-tiba kabur dari rumah dengan hanya meninggalkan sepucuk surat. Dia sendiri tidak tahu apa yang membuat Shaliha kabur dari rumah. Daisy sendiri ingin bertemu dengan Shaliha yang kata dia menghilang. Kalau memang dianggap salah, dia ingin meminta maaf kepada Shaliha. “Saya benar-benar bingung mencarinya. Tiba-tiba, dia kembali dengan laporan dia ke polisi,” katanya.

Namun bisa jadi juga ada balas dendam dari keluarga kerajaan Kelantan, kenapa kok momennya baru sekarang disaat ada kunjungan 42 utusan kerajaan Kelantan ke Jakarta untuk memulihkan nama baik kerajaan dan tentunya pemberitaan tentang Tengku Fakhry, tanggal 22 Juli kemaren mereka datang.

27 July 2009 - Posted by | Uncategorized

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: